Untukmu; semoga bahagia
Tidak bisakah aku hidup dengan tenang? Tidak mengetahui dengan mudah kebohongan yang dilakukan orang lain kepadaku.
Tidak bisakah aku hidup dengan bebas? Tidak terikat pada sesuatu yang belum menjanjikan apapun.
Tidak bisakah aku hidup dengan lega? Tidak mudah mengetahui pengkhianatan yang dilakukan orang lain kepadaku.
Aku; ingin hidup dengan bahagia. Semestinya begitu yang setiap orang mau.
Tapi ada saatnya dimana aku berpikir, mungkin hidup ini indah jika aku bersiap dengan baik sebelum melangkah meskipun dengan kaki kumal, bukannya cenderung memilih alas kaki yang terlihat bagus saat itu.
Terkadang berpikir, aku harus bersyukur memilikimu.
Apapun cobaan itu, kita lalui bersama. Aku yakin kita bisa.
Di lain kala pula,
Aku berpikir, apa kamu pantas sebegitu teganya?, aku rasa yang namanya hubungan lebih pantas untuk dirasakan berdua.
Maaf kalau kata-kata ku pernah menyakiti hatimu, bukan begitu maksudku.
Karena sejatinya, aku hanya ingin membuatmu paham bahwa cinta seharusnya dirasakan berdua.
Sejujurnya, aku ragu apakah kita benar-benar merasakan cinta sesungguhnya?
Aku hanya ingin bersyukur sekarang memilikimu meskipun dengan sedikit bumbu pengkhianatan yang aku sendiri masih belum menyangka 'apa itu kamu?'
Aku hanya ingin bersyukur sekarang memilikimu, dengan semua keegoisanku yang kau sendiri penat untuk membuatku tak seperti itu.
Aku hanya ingin bersyukur sekarang memilikimu, denganmu aku tau rasanya menerima apa adanya meskipun selalu berbeda sudut pandang tetapi tetap menyatu.
Aku hanya ingin bersyukur sekarang memilikimu, meskipun banyak masalah yang kita bawa masing-masing dari masa lalu.
Aku paham; bahwasanya tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan dan semua yang kita dapatkan dengan sungguh belum tentu baik untuk hidup kita.
Aku ingin bersamamu, ibarat sepasang sepatu; meskipun tak kompak saat berjalan, tetapi mempunyai tujuan yang sama. Satu hilang, yang lain tak punya arti.
Mungkin menurutmu aku puitis, nyeleneh, konyol, dan lain-lain.
Tapi sungguh, menulis tentangmu membuatku banyak bersyukur dan meratap tentang apapun yang terjadi.
Aku tak tau kau itu anugerah atau bencana, sebab disaat aku berpikir jatuh hati, disitu pula aku berpikir tentang patah hati.
Disaat jatuh hati, aku selalu berpikir ribuan kali untuk benar-benar jatuh, karna ketika kita mencintai seseorang, kita harus menerima semua masa lalunya, baik yang sudah dilupakan ataupun tidak.
Maaf kalau hadirku membuatmu tertekan untuk meninggalkan masa lalumu.
Terima kasih telah hadir, misalkan-pun kita tak bersama dan aku bukan yang menjadi kisah abadimu kelak, aku selalu berdoa agar kau selalu bahagia dengan aku atau tanpa aku.
Karna aku ingin mencintaimu dengan tulus, meskipun mungkin kau belum merasa tercukupi oleh itu.
Maaf Sayang kalau aku egois, caraku salah untuk memberitahu kamu bahwa aku ingin kamu setia.
Kamu; manusia yang mengenalkanku bahwa kelapa hijau/muda baik untukku saat ini.
Terimakasih, Sayang.
- winda.r
Menulis ini dengan pemikiran seadanya dan dengan bisikan temanku yang terngiang di telinga "kau harus bersyukur tentang apapun, baik atau buruk, dan kalau kau tak punya alasan untuk bersyukur. Pakailah alasan setidaknya karna kau telah dihidupkan"
Komentar
Posting Komentar